Sebanyak 52.636 keluarga atau 178.222 jiwa yang tersebar di 149 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terkena dampak bencana banjir. Sekitar 17.915 jiwa atau 4.191 keluarga harus mengungsi. Jumlah tersebut bisa lebih banyak karena sejumlah penduduk mengungsi di rumah saudaranya.
Selain itu terdapat desa-desa yang terdampak paling parah diantaranya adalah Desa Mintobasuki, Banjarsari, Kosean, Pantirejo, Sukolilo, Kasian, Baturejo dan beberapa desa di kecamatan Juwana.
Ketinggian banjir bervariasi di masing-masing daerah terdampak, dari yang setinggi pinggan orang dewasa sampai ketinggian 2 meter. Banjir ini juga menggenangi lahan pertanian warga yang mencapai 11.832 hektar.
Belasan ribu hektar lahan pertanian yang tergenang banjir tersebut, tersebar di 10 kecamatan, kesepuluh Kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Batangan, Sukolilo, Jakenan, Pati Kota, Tayu, Gabus, Kayen, Wedarijaksa, Juwana, dan Dukuhseti.
Selain itu terdapat desa-desa yang terdampak paling parah diantaranya adalah Desa Mintobasuki, Banjarsari, Kosean, Pantirejo, Sukolilo, Kasian, Baturejo dan beberapa desa di kecamatan Juwana.
Ketinggian banjir bervariasi di masing-masing daerah terdampak, dari yang setinggi pinggan orang dewasa sampai ketinggian 2 meter. Banjir ini juga menggenangi lahan pertanian warga yang mencapai 11.832 hektar.
Belasan ribu hektar lahan pertanian yang tergenang banjir tersebut, tersebar di 10 kecamatan, kesepuluh Kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Batangan, Sukolilo, Jakenan, Pati Kota, Tayu, Gabus, Kayen, Wedarijaksa, Juwana, dan Dukuhseti.
PKPU Solo, Selasa (28/1) merespon dengan segera mengirimkan Tim Medis, Obat-obatan serta logistik untuk segera membantu korban banjir Pati. Tim PKPU
Solo berjumlah 8 Orang dengan Komposisi 3 Orang dokter, 1 Orang Apoteker, 3
Orang Relawan dan 1 driver.
Setelah berkordinasi dengan relawan setempat dan BPBD Pati, keesokan harinya Tim PKPU Solo bergerak ke salah satu desa yang masih terisolir banjir, yaitu desa Sinoman Kecamatan Pati. Banjir menggenang setinggi pinggan orang dewasa, dan jalan masuk menuju desa tenggelam oleh banjir. Warga desa memilih bertahan di rumahnya, dan banyak diantara mereka yang terjangkit penyakit kulit seperti rangen, dan gatal-gatal, serta demam dan flu.
Tim medis pkpu , menggunakan perahu karet mendatangi rumah warga, dari rumah kerumah untuk melakukan layanan kesehatan. Selain itu juga mendistribusikan logistik berupa sembako dan pakaian pantas pakai. Layanan kesehatan yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi, berakhir pada pukul 18.00. Menjelang malam Tim PKPU kembali ke posko untuk menyiapkan layanan kesehatan esok harinya.





0 komentar:
Posting Komentar