Memulai
perjalanan di kota Solo bertemu banyak gedung perkantoran dan keramaian seperti
layaknya kota besar. Kota Solo yang ternyata ada di negeri yang ‘katanya’
makmur dan melimpah sumber daya alam dan manusianya tetap saja menyimpan apa
yang dinamakan dengan kemiskinan baik secara materi maupun moral. Kota Solo
dibagi menjadi beberapa daerah yang dilihat banyak ditinggali oleh kaum
pendatang ketimbang orang Solo asli.
Ceruk-ceruk
daerah yang kurang terjamah oleh pemerintah daerah menjadi hal yang sangat
wajar di Indonesia dan hal ini pun tentu terjadi di Solo. Baik dari segi
kehidupan perekonomian maupun pendidikan yang dikatakan sebagai bidang yang
krusial untuk dibangun dari sebuah negara yang ingin maju. Orang-orang
pendatang di Solo banyak berkeliaran di pusat kota sedangkan orang aslinya
menyingkir ke pinggiran atau malah bermigrasi ke tempat yang lebih baik untuk
mencari penghasilan.
Namun
tentu saja menjadi kota pendatang tidak selamanya hal baik pula yang akan
berdatangan ada hal negatif juga yang akhirnya harus diterima. Suatu daerah di
Pasar Kliwon Solo tepatnya di Semanggi yang cukup terkenal dengan lokalisasinya
tentu membawa dampak tersendiri. Keprihatinan masyarakat yang akhirnya muncul
bahwa kehidupan masyarakat ini harus dirubah secara perlahan baik secara moral
dan pendidikannya. Pendirian TK An Nuur yang berdasar pada keinginan bahwa
masyarakat Indonesia khususnya di daerah Semanggi akan mampu diperbaiki secara
pendidikan sekaligus mencakup moral. Berawal dari modal satu juta rupiah dari
sebuah lembaga sosial berdirilah TK An Nuur yang merupakan TK untuk anak-anak
yang memang tidak mampu. TK ini meyakini bahwa masih ada orang tua yang
walaupun orang tuanya pekerja kasar namun menginginkan anaknya bersekolah
tinggi. Tahun 2003 berdiri dan selama tiga tahun pertama tidak ada biaya yang
perlu dikeluarkan orang tua murid. Persyaratan untuk masuk sekolah ini cukup
mudah yaitu dengan menunjukkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Setelah itu
akan diseleksi murid yang akan masuk supaya jelas memang dari keluarga tidak
mampu.
Pendidikan
yang diajarkan di TK An Nuur ini mampu membawa dampak positif di tengah
masyarakat yang tinggal di daerah ‘tanah merah’ tanah yang tidak memiliki
sertifikat resmi dari pemerintah. Tanah dan bangunan TK An Nuur merupakan
kebaikan dari salah satu warga yang tinggal di daerah tersebut. Berdiri tahun
2003 sampai tahun 2013 telah banyak pelajaran dan pengembangan dari TK An Nuur.
Guru tidak tetap yang datang silih berganti, adanya uang SPP mulai tahun 2006
sebesar sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh rupiah di tahun 2013. Uang SPP ini
nantinya akan kembali kepada murid karena digunakan untuk peningkatan gizi anak
serta ekstrakurikuler berupa mewarnai dan menggambar. Pelaksanaan pendidikan
pun tidak hanya dilakukan lewat indoor
tetapi juga out door dengan
mengadakan outbond ataupun seperti kegiatan penyelenggaraan manasik haji untuk
anak-anak.
Profil
dua guru yang tidak berubah sampai sekarang, orang-orang yang masih jarang
ditemui karena mau mengorbankan diri dan waktunya untuk mendidik anak-anak yang
tidak mampu. Ibu Lina (32 tahun) dan Ibu Diana (28 tahun) yang merupakan
orang-orang asli Solo dengan pendidikan terakhir PGTK yang diselenggarakan oleh
sekolah Permata Hati di Solo. Dua orang peduli yang walaupun bekerja secara
penuh dengan gaji yang teramat kecil dari sebuah lembaga sosial tidak
menyurutkan langkah mereka untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas
TK An Nuur.
Adanya
keterbatasan terutama fasilitas yang dialami oleh TK An Nuur tidak menghalangi
para guru untuk mengajarkan hal-hal baik serta untuk terus dapat berprestasi.
Telah banyak prestasi yang ditorehkan oleh lulusan TK An Nuur karena tidak
hanya diajarkan untuk bermain dan belajar namun juga diajarkan akhlaq serta
ibadah yang baik. Lulusan TK An Nuur banyak yang menjadi juara kelas di SD-nya
bahkan ada yang menjadi atlit sepak bola di salah satu klub sepak bola.
Kendala
bahkan halangan harus dihadapi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan karena
TK sangat penting untuk mendidik dan menyiapkan anak-anak sebelum masuk ke SD. Ada
beberapa kendala yang harus dihadapi oleh TK An Nuur yang saat ini muridnya
telah mencapai 40 anak mencakup kelas A dan B. Bangunan dan tanah tempat TK An
Nuur didirikan merupakan bangunan yang belum ada sertifikat tanah dan berada di
bantaran sungai Bengawan sehingga sangat rentan dengan penggusuran.
Ijin
penggunaan bangunan dari pemilik yang tidak mengijinkan adanya renovasi
bangunan membuat kesulitan konsentrasi belajar anak karena kelas A dan B hanya
dipisahkan oleh sekat kayu yang tipis. Padahal tidak sedikit orang yang mau
membantu untuk memperbesar bangunan mulai dari atap hingga renovasi bangunan
secara keseluruhan yang digunakan TK An Nuur namun apa daya ijin dari pemilik
bangunan tidak ‘dikantongi’. Bahkan harus menanggung biaya listrik yang cukup
besar padahal TK hanya menggunakan bangunan dan fasilitasnya selama kurang
lebih tiga jam efektif belajar karena pada sore harinya bangunan juga digunakan
untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an).
Keinginan
untuk membantu telah membuncah dari berbagai kalangan. TK An Nuur merupakan
sarana investasi bagi kita untuk mendidik generasi bangsa untuk lebih baik
kedepan dan memberikan harapan yang cerah bahwa yang dikatakan bodoh dan miskin
pun pantas untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan yang pintar dan
kaya. Uluran tangan untuk membantu pengembangan TK An Nuur sangat dinantikan,
mulai dari penyediaan tanah dan bangunan yang secara sah menjadi milik TK,
peningkatan kualitas dan kuantitas guru, serta pengembangan taman bermain untuk
anak-anak.
Mimpi
akan berdiri sebuah TK An Nuur yang mampu menampung ratusan anak yang tidak
mampu untuk berprestasi dan generasi untuk membangun Indonesia lebih baik tidak
hanya dari kawasan Semanggi tetapi mencakup daerah yang lain. TK An Nuur yang
mandiri, memiliki sertifikat dari segi tanah dan ijin bangunan baik secara hukum.
Pendidikan yang terus gratis untuk anak yang tidak mampu dan mampu mendirikan
ke jenjang pendidikan berikutnya. Anak-anak tidak mampu ini sangat layak untuk
mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena merupakan harapan bangsa ini.
Menjadi pahlawan itu tidak harus sendirian karena kita manusia tidak hidup
sendiri dan butuh bantuan orang lain. Semakin banyak pihak yang membantu maka
dampaknya akan kembali kepada kesejahteraan dan kemakmuran di negeri kita
sendiri.
Penulis : Yenni Widi Astuti / Kemitraan PKPU Solo
TK An Nur adalah TK Gratis PKPU yang berlokasi di Kenteng Baru, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta
Bagi para dermawan yang hendak berdonasi untuk TK An Nur silahkan hubungi PKPU Solo (0271) 738282 / 081327943137 (indra) / 085747711890 (Yenni)
Rek Donasi a.n pkpu solo BSM no 706 080 9245




0 komentar:
Posting Komentar