Surakarta - Musim penghujan sudah mulai tiba, bahkan beberapa daerah mengalami banjir. Begitupun di desa Talun Kecamatan Kemalang, Klaten. Hujan menjadi berkah, karena daerah ini menjadi langganan kekeringan setiap tahunnya, sama dengan beberapa desa lain di Kecamatan Kemalang. Desa-desa yang berada di bawah lereng gunung merapi  ini setiap tahunnya kesulitan mendapatkan air. Pada puncak musim kekeringan harga air bisa mencapai diatas Rp 300.000 satu tangkinya. Air ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, seperti minum, mandi, mencuci dan untuk memberi minum hewan ternak.

Sabtu,22 November PKPU KCP Solo mendistribusikan air kedaerah Talun , desa yang di huni 2.113 jiwa dengan sebaran 10 dukuh ini masih membutuhkan air walau hujan sudah turun. Hal ini disebabkan karena warga menggunakan air hujan sebagai sumber air sehari-hari, air hujan yang di tampung menggunakan talang air yang terhubung dengan genteng, berakhir di bak-bak penampungan air yang dibuat warga di rumah. Karena hujan baru beberapa hari, air masih belum layak konsumsi karena masih bercampur pasir dan kotoran di genteng yang kemudian larut bersama air kedalam bak-bak penampungan air.

Masing-masing dukuh mendapat distribusi 3 truk tangki, jadi total ada 30 tangki air untuk desa Talun. Tim PKPU juga ikut menikmati bagaimana rasanya minuman teh yang dibuat dari air hujan, air yang merupakan berkah dari langit. Warga antusias dan bergembira mendapatkan bantuan Air ini, dan berharap semoga PKPU bisa ikut memberi solusi permanen untuk mengatasi masalah kekeringan yang setiap tahun di alami warga.(PKPU Solo/Indra)




0 komentar:

Posting Komentar

Informasi PKPU Nasional & Internasional

 
Top

Lembaga Kemanusiaan Nasional,peduli yatim, didikan subuh, pengobatan gratis, bantuan sosial, solusi peduli, aksi kebencanaan