Cerita #masihmelawanasap
Yulia Latifah S adalah seorang perawat dari Bandung yang datang khusus untuk menjadi relawan medis bencana asap di Kalteng. Ini kali pertamanya menginjakkan kaki di Bumi Tambun Bungai. Dia mengaku senang bisa bergabung dalam misi kemanusiaan.
“Tujuan kami ikut memeriksa kesehatan warga di sekitar Stasiun Penelitian Orangutan di Camp Tuanan,”kata Yulia Latifah yang disambangi Kalteng Pos belum lama ini.
Di desa ini tidak ada pusat kesehatan masyarakat. Warga harus menempuh dua jam perjalanan menggunakan kelotok agar bisa berobat ke Puskesmas di Mantangai.
Itu pun kalau ada kemauan mereka untuk berobat. Hingga saat ini warga di sana benar-benar hanya bertahan hidup dari serangan asap secara alamiah.
Kedatangan Uli --sapaan akrabnya- bersama tim dari Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU sangat dinanti-natikan. Sudah hampir dua bulan ini perkampungan penduduk diselimuti pekatnya kabut asap. Maklum, lokasinya berada tak juh dari titik kebakaran hutan lahan gambut.
Sesak napas dan mata pedih sudah menjadi bagian keseharian warga. Sudah banyak warga mengungsi. Tetapi, tak sedikit pula yang memilih bertahan. Mereka inilah yang menjadi target pengobatan tim relawa. Berbeda dengan perkampungan penduduk lainnya, tak banyak tim relawan yang sampai ke desa yang hanya bisa dilalui melalui jalur sungai ini.
Tak heran, warga sangat terharu saat menerima 400 masker N95, dua boks obat-obatan dan oksigen portable dari Lembaga Kemanusiaan NasionalPKPU. Paket donasi ini akan disalurkan ke Desa Tuanan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.
Untuk sampai ke desa ini diperlukan dua jam perjalanan darat dari Kota Palangka Raya dan dua jam menggunakan kelotok dari Desa Mentangai.
Maya Patriani Koordinator Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU mengaku, tersentuh hatinya untuk ikut membantu pemeriksaan kesehatan penduduk di wilayah terpencil, terlebih pada saat musim asap seperti ini.
“Kami sangat prihatin dan dengan sukarela datang ke Kalteng untuk membantu warga Kalteng, khusus yang tinggal di wilayah pedalaman seperti di Desa Tuanan,”ujar Maya
sumber : kalteng Pos




0 komentar:
Posting Komentar