Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang mengadakan rembug warga untuk mengatasi kekeringan yang melanda warga, Wonogiri (24/3/2016). Acara tersebut diselenggarakan pada pukul 14.00 – 16.00 WIB di rumah Pak Andi, tokoh masyarakat Dusun Gambiranom, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Rembug warga tersebut bertujuan untuk menganalisis masalah warga (community diagnosis) dan menetapkan langkah solusinya (problem solving) melalui berdiskusi bersama warga dengan dipimpin oleh fasilitator dari PKPU. Acara tersebut dihadiri 13 orang warga yang terdiri dari kepala dusun, tokoh masyarakat, ketua RT & RW, ketua karang taruna, sekretaris dusun dan perwakilan PKK, serta 6 orang dari PKPU.






Dari proses rembug warga, pada tahap analisis masalah menghasilkan kekurangan air dan kekeringan menjadi prioritas utama dan pada tahap rekomendasi solusi menghasilkan pembuatan dan pengeboran sumber mata air menjadi langkah prioritas warga untuk mengatasi masalah tersebut.

Masalah kekeringan air terutama saat musim kemarau memang sudah menjadi masalah utama yang berada di Dusun Gambiranom. Dusun tersebut memiliki 54 Kepala Keluarga atau sekitar 254 jiwa yang bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Warga selama ini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari – hari. Selama musim hujan, air hujan ditampung di kolam – kolam penampung air hujan di masing – masing rumah warga. Namun, seringnya warga selalu kekurangan air jika musim kemarau melanda.

Menurut penuturan warga, kebutuhan air warga saat kemarau, per kepala keluarga mencapai 3 mobil tangki air per bulan dengan asumsi 3500 liter untuk 1 tangki atau setara dengan Rp 120 ribu per tangki. Sehingga perbulan harus mengeluarkan biaya Rp 360 ribu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tak sedikit warga yang sampai menjual hewan ternaknya, namun tak sedikit pula  warga yang kurang mampu dan terpaksa hanya mengandalkan air hujan yang ditampung selama musim penghujan.

"Dari air bekas mandi anak, kami gunakan untuk mencuci, terakhir untuk membersihkan kamar mandi", tutur salah satu ibu warga menceritakan trik menghemat air, di sela - sela diskusi warga.

Sejak tahun 2009, warga membentuk panitia khusus untuk membuat sumur bor atau sumber mata air agar bisa dimanfaatkan oleh warga. Setiap jumat pahing warga dikenakan iuran Rp 5000,- per Kepala Keluarga, hingga terkumpul dana Rp 5,6 juta, dari iuran tersebut serta dari donatur – donatur lainnya.
Tak hanya itu, panitia juga mengajukan proposal – proposal bantuan dana untuk biaya pengeboran air yang notabene sangat mahal. Terhitung sampai 7 kali panitia mengajukan proposal ke berbagai institusi dan lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Hingga akhirnya, panitia mendapatkan bantuan  tambahan dana dari Kemenristek untuk pengeboran ditambah dari swadaya warga.

Pengeboran sempat dilakukan di titik air sedalam 60-an meter, namun ternyata di musim kemarau, sumber  tidak bisa kembali mengeluarkan air. Akhirnya warga mengalami kekeringan kembali.



Warga Dusun Gambiranom pun sempat berputus asa, lantaran pernah divonis oleh suatu lembaga penelitian bahwa di dusun tersebut sudah tidak ada lagi sumber mata air. Hingga ada pengukuran geolistrik kembali oleh PKPU menghasilkan 3 titik air. Wargapun kini bisa kembali berharap.

Oleh :
Abhy Hikmatyar

Donasi Untuk Pembangunan Sistem Air Bersih (SAB) bisa melalui rek :
(Bank Mandiri Syariah ) BSM 706.080.9245 a.n PKPU Solo

Konfirmasi 085 713 101 415 / 085 742 079 420

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi PKPU Nasional & Internasional

 
Top

Lembaga Kemanusiaan Nasional,peduli yatim, didikan subuh, pengobatan gratis, bantuan sosial, solusi peduli, aksi kebencanaan