Segala tantangan dalam melaksanakan program qurban untuk pengungsi Rohingya di Myanmar, InsyaAllah dapat dilalui dengan banyak kesabaran, doa yang tiada putus, persiapan matang dan strategi yang tepat, serta koordinasi yang baik antara lembaga, mitra lokal dan relawan panitia pengadaan hewan qurban.”

Simpulan di  atas saya dapatkan dengan beberapa kali wawancara dengan kawan-kawan di Divisi Disaster Risk Management (DRM) sebagai ujung tombak pelaksana berbagai aksi kemanusiaan untuk para pengungsi Rohingya di Myanmar. Selalu membayangkan saya berada dalam situasi mencekam di kamp-kamp pengungsian yang dijaga ketat. No way to run, tak ada tempat untuk lari kecuali jika mau pergi melalui laut lepas.

Kawan-kawan DRM ini mendeskripsikan situasinya seolah-olah saya ada di sana berhadapan dengan situasi yang memancing air mata. Derita mereka, di atas derita yang dapat dibayangkan. Stateless, tanpa kewarganegaraan dan lebih miskin dari miskin yang dapat diingat.

Situasi yang disebabkan oleh konflik politik yang seperti menemui jalan buntu. Namun, tetap kerja-kerja kemanusiaan dilakukan. Sebab para pengungsi tersebut memerlukan makanan untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Sebab, mereka perlu atap untuk menaungi tubuh mereka dari terik matahari dan dingin malam serta serbuan hujan.

Daging qurban dihantarkan dengan berbagai cara, semua dalam hening dan tanpa kemeriahan sebuah hari raya. Jatuh air mata saya, ketika ada komunitas muslim yang tak bisa melantunkan takbir dengan suara-suara yang terdengar ketika hewan qurban disembelih dengan melantunkan kebesaran Tuhan. 

Semua senyap, baik ketika dibagikan, dimasak dan dimakan bersama keluarga mereka. Juga terhadap daging qurban yang dikalengkan. Dikirim ke pada umat muslim yang tersebar di beberapa kawasan terpencil di sana. Idul Adha di Myanmar menjelma kesunyian. Biar begitu, daging qurban tetap dihantarkan kepada saudara-saudara nun di sana. Saya menyebutnya “Mengeja Bahagia untuk Rohingya”. Walau dalam kesenyapan.(Rahma Damayanti)


Ingin Qurban Anda sampai ke Somalia, Rohingnya, Palestina ?
Sebar Qurban PKPU Solo Call 081327943137 , 0271 - 738282
Office : Jl Letjen Suprapto No 15 Surakarta

1 komentar:

  1. Assalamualaikum wrwb,

    Salam hangat Pak Indra, apa kabar? Selamat ya atas amanah baru di Solo. Nama penulisnya Rahma Damayanty. Pakai "y", bukan i. Penulisnya pernah beberapa kali mengunjungi kota Solo. Soto dan Garang Asemnya enak. Semoga sang penulisnya bisa jalan-jalan ke Solo, dan ditraktir makan Garang Asem di sana.

    Sukses selalu dan produktif berkarya. Saya doakan selalu.

    BalasHapus

Informasi PKPU Nasional & Internasional

 
Top

Lembaga Kemanusiaan Nasional,peduli yatim, didikan subuh, pengobatan gratis, bantuan sosial, solusi peduli, aksi kebencanaan